Kesehatan

Pemeriksaan Kesehatan Ibu Hamil ©Kinerja

Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Akses ke Pelayanan Kesehatan Dasar (PKD) merupakan prioritas utama pemerintah pusat dan daerah dalam mencapai Sasaran Pembangunan Milenium (MDGs) dan memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM) terkait yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia.

Kinerja mendukung upaya-upaya pemerintah pusat untuk menyediakan akses ke pelayanan kesehatan dasar yang lebih berkualitas (PKD). Kinerja berfokus pada Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) karena pemangku kepentingan antara lain dari pakar pembangunan, praktisi, mitra pemerintah dan perwakilan provinsi telah mengidentifikasi ibu dan anak sebagai yang paling rentan. Meskipun terdapat perbaikan di sektor kesehatan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir, penurunan angka kematian ibu dan anak masih terlalu lambat untuk mencapai MDGs pada tahun 2015.

Kinerja mendorong pelaku-pelaku dari pemerintah daerah untuk mencapai kinerja yang lebih baik dengan memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh reformasi yang telah dilaksanakan. Untuk intervensi kesehatannya yang utama, Kinerja telah memilih reformasi kebijakan yang berfokus pada pelaksanaan dan pengembangan pemberdayaan masyarakat di bidang KIA dan perbaikan pelayanan Puskesmas serta penguatan mekanisme umpan balik.

Program-program nasional Kementerian Kesehatan yang akan didukung:

  • Promosi Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan ASI Eksklusif. Kedua program gabungan ini berupaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya air susu ibu. Program-program ini merupakan intervensi berbasis bukti yang efektif untuk mengurangi angka kematian bayi dan kasus-kasus diare. Program-program ini juga berupaya meningkatkan nutrisi ibu hamil dan menyusui.
  • Kesiapan Persalinan K1 - K4 (Pemeriksaan Ibu Hamil/Perawatan Pasca Melahirkan [PNC or KN (kunjungan neonatal)]. Program ini menggambarkan tindakan-tindakan secara bertahap yang perlu diambil untuk menghadapi berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah persalinan. Program ini digabungkan dengan Program Kemitraan Bidan dan Dukun yang mempromosikan persalinan di fasilitas kesehatan yang tepat dengan tenaga kesehatan yang memenuhi syarat. Hanya bidan yang hendaknya menangani aspek-aspek klinis sedangkan dukun bayi memantau persiapan sebelum persalinan.