Evaluasi

Upaya evaluasi Kinerja mengandalkan pemilihan secara acak sebagai metodologi untuk mengisolasi faktor-faktor penyebab Kinerja dari berbagai faktor lain yang mempengaruhi efektivitas tata kelola di Indonesia. Pemilihan 20 Kabupaten/Kota secara acak yang akan memperoleh bantuan Kinerja (daerah mitra) dan 20 Kabupaten/Kota yang berfungsi sebagai kelompok pembanding (daerah kontrol) memungkinkan asumsi bahwa, secara rata-rata, satu-satunya perbedaan antara daerah perlakuan dan daerah kontrol adalah penerimaan bantuan Kinerja.

Upaya evaluasi dampak Kinerja akan memantau bukan hanya apakah program telah berjalan dengan efektif dalam mencapai tujuan-tujuannya, melainkan juga mengapa efektif atau tidak efektif. Upaya evaluasi dampak akan membandingkan kemajuan di daerah perlakuan dan daerah kontrol pada berbagai tahap di sepanjang apa yang dianggap sebagai rantai penyebab proyek: hasil antara, outcome langsung, dan outcome jangka panjang. Hasil antara paling berkaitan langsung dengan kegiatan proyek; diasumsikan bahwa hasil antara akan mengarah kepada outcome yang telah diidentifikasi untuk setiap sektor, yang selanjutnya dapat mendatangkan outcome jangka panjang dan akhirnya mencerminkan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Desain kegiatan pemantauan Kinerja berkaitan erat dengan evaluasi dampak sehingga temuan-temuan dapat lebih bernuansa.

Kegiatan evaluasi dampak Kinerja akan menghasilkan keseimbangan yang tepat antara memaksimalkan efektivitas pelaksanaan proyek dan memfasilitasi evaluasi yang berkualitas tinggi. Kegiatan evaluasi dampak tidak akan menimbulkan hambatan yang tidak patut terhadap pelaksanaan proyek yang efektif dan tidak akan terlalu menghalangi calon penerima hibah untuk menerima bantuan dari Kinerja.