Apa itu Defrag pada Hardisk?

Pernah mengdengar istilah defrag/defragment? Cari tau jawabannya pada ulasan ini tentang apa itu defrag.

Apa itu Defrag

Komputer dan laptop sudah dipakai semua orang, namun sampai sekarang masih saja ada yang tidak memahami berbagai fitur di dalamnya, termasuk fitur defragment/defrag yang terinstall secara default pada sistem operasi Windows ( 7,8,10).

Nah, supaya tidak merasa tersinggung ketika disebut sebagai “milenial kok gaptek?” Lebih baik, kamu menyimak informasi yang akan kami berikan. Karena pada kesempatan kali ini, ada penjelasan menarik yang bisa membuat pengetahuan kalian bertambah.

Daripada penasaran, mari simak bersama-sama informasi mengenai apa itu defrag yang dikutip dari Wantek.ID:

Mengenal Lebih Jauh Tentang Defrag/Defragment

Proses defrag/defragment adalah kegiatan merapihkan atau menyusun ulang data-data yang tersimpan pada sebuah penyimpanan HDD, yang tadinya berantakan dan tidak tertata menjadi lebih rapi seperti sediakala.

Nah, untuk memudahkan pemahaman seputar proses defragment, perhatikan analogi berikut ini:

Pernahkah kamu melihat buku-buku terlihat berantakan di rak perpustakaan?

Ada yang kepenuhan ada juga yang raknya kosong. Secara seklias saja sudah jelas itu pasti membuat siapa saja kebingungan untuk memilih dan mencari buku yang sesuai dengan genre-nya.

Nah, untuk membuat tampilan buku-buku itu lebih rapih agar proses membacanya lebih enak maka perlu dirapihkan bukan?

Siapa sangka ternyata konsep semacam ini mirip dengan proses defragment pada HDD yang selama ini kamu gunakan.

Apa Sih Pengaruh Defrag?

Berbicara tentang pengaruh defrag maka kita akan menemui dua jalur yang berbeda, yakni pengaruh dalam segi positif, dan juga negatif.

Hal positif yang bisa kamu dapatkan dari melakukan defrag antara lain:

  1. Proses pembacaan data lebih cepat, akan ada peningkatan performa. Ini akan sangat terasa apabila sebelumnya laptop/PC belum pernah di defrag.
  2. Mampu mengurutkan file, ini akan membuat proses search index pencarian di file exploler lebih cepat.

Itu keuntungannya, lantas apa saja kerugiannya kalau melakukan defrag terlalu sering?

  1. Berisiko data rusak, saat kamu melakukan proses defrag dan kebetulan mati lampu, maka perangkat PC tanpa UPS (Uninterruptible Power Supply) yang hanya mengandalkan aliran listrik secara langsung pasti akan mati. Proses ini bisa membuat data yang sedang disusun berpotensi corrupted aliasrusak.
  2. Proses defrag tergolong tugas berat bagi si harddisk, jadi kalau kamu melakukannya terlalu sering maka dia akan mudah panas dan secara tidak langsung mengurangi kualitas masa pemakaiannya.

Baca Juga: Cara Meredupkan Layar Komputer

Defrag Dalam Sistem Operasi Windows

Ada satu fakta menarik, kamu tidak harus melakukan defrag secara manual. Karena dalam sistem operasi Windows 7,8 dan 10 sudah tersedia fitur automatic scheduled defragment.

Fitur tersebut akan secara otomatis membuat PC/laptop melakukan defrag sesuai jadwal. Beberapa pilihan waktu diantaranya setiap hari, setiap satu minggu sekali, dan setiap satu bulan sekali(daily,weekly,monthly)

Namun, perlu diketahui bahwa pengaturan defrag otomatis tersebut tampilannya bisa saja berbeda.

Kamu bisa langsung mengetikkan kata “defrag” pada Windows search, itu akan langsung menampilkan fitur bawaan untuk melakukan defrag otomatis.

Kapan Harus Melakukan Defrag?

Karena sifat data yang memang dinamis, sehingga proses defrag ini sistemnya tidak permanen alias sekali dalam seumur hidup saja.

Kalau kamu orang sibuk yang sering menggunakan pc/laptop untuk aktivitas berat maka disarankan untuk melakukan defrag 1 minggu sekali.

Berbeda lagi kalau laptop/pc yang kamu gunakan hanya penggunaan wajar dan cenderung memproses program ringan saja, maka melakukan defrag 1 bulan sekali adalah pilihan yang tepat.

Kedua opsi di atas bisa kamu sesuaikan sendiri, namun jangan melakukan defrag setiap hari ya. Karena itu bisa berdampak buruk terhadap kesehatan harddisk kamu.

Apakah SSD Harus Melakukan Defrag Juga?

Tidak, jangan sekali-sekali kamu mendefrag SSD. Alasannya karena, komponen HDD dan SSD itu jauh berbeda. Faktanya di dalam Solid State Drive itu tidak ada piringan berputar seperti pada HDD.

Jadi, sistem pengolahan datanya jelas berbeda. Proses defrag hanya akan memperpendek masa pakai (usia) SSD itu sendiri.

Oke, sekian dulu informasi yang bisa Kami sampaikan,semoga bisa bermanfaat dan jangan sampai menjadi milenial kok gaptek. Sampai jumpa di artikel lainnya, perbanyak literasi, tingkatkan inteligensi!

Leave a Comment